Lima Pelajaran Ini Harusnya Ada Di Sekolah, Biar Greget

*copas = cantumkan sumber .
if u don't want someone to copy your content ,


so don't copy others and make it yours .
show your respect*


Yang kayak kita semua tau, kurikulum pendidikan negara kita sekarang ini pelajarannya udah pasti ada Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, dll. Belum lagi pelajaran" yang diturunkan lagi ke jurusannya masing".. Ada IPA dengan Kimia, Fisika, Biologi.. IPS dengan Sosiologi, Geografi, Akutansi.. Emang sih ya banyak banget, dan porsi belajarnya pun dalam sehari gak main".

Saking banyaknya, kadang dalam sehari ada aja pelajar yang ampe bolos ke kantin. Kenapa ada aja pelajar yang masih suka bolos? Salah satunya, cara penyampaian materi dari guru yang ngebosenin. Apalagi pelajarannya, ngitung ngehafal ngitung ngehafal dst.. Dari gurunya juga kadang ngebete-in, jarang masuk tapi pelit nilai.. Sekali masuk ngasih tugas seabrek, ngasih PR gak tanggung".

Padahal beliau gak tau sudah seberapa banyaknya PR yang diterima murid dari guru" lainnya.. Yah tapi tetep lah, gak bisa nyalahin guru, kan udah kewajiban siswa juga untuk terus nuntut ilmu. Tapi ini yg jadi masalah, bisa jadi murid" sekarang udah nganggep pelajaran" yg ada sekarang itu udah terlalu mainstream, ibaratnya butuh selingan deh. Contohnya kayak di bawah ini, yg dari dulu gue selalu punya angan andaikan di negara kita ini punya 5 pelajaran kayak gini:

1. MOTIVASI

pict: https://www.fundesem.es

Terkadang ada yg bilang ,"Hidup itu gak semudah kata-kata motivasi!", iya emang bener, tapi tetap gak ada salahnya motivasi itu ada, selalu ditanamkan di otak. Yang namanya orang sukses itu pasti pernah ngelewatin suka duka, dan dari suka duka itulah ya mereka bisa bagikan ceritanya ke orang banyak bagaimana cara mereka untuk terus survive di bawah tekanan, bagaimana jatuh 4 kali bangun 5 kali, dll. Dari situlah, setiap orang yg bukan 'anti motivasi' harus bisa berfikir "Kalo dia bisa, kenapa gue enggak?".

Ada beberapa teori motivasi yg bisa diterapkan dalam pendidikan kita, kayak Teori hierarki kebutuhan Maslow dari Abraham Maslow, teori motivasi intrinsik-ekstrinsik, ama teori motivasi berprestasi. Guru yg emang berperan besar dalam hal ini, kembangkan motivasi murid untuk gali potensi mereka supaya lebih fokus & aktual.

2. KREATIFITAS

http://www.landasanteori.com

Di pelajaran ini, murid diajarkan teknik survival secara kreatif dalam berkarya & gimana caranya menelurkan semua ide" inovasi yang mereka punya. Lumayan kan, kalo masih sekolah aja udah dilatih gimana caranya ngebuat usaha mandiri dari ide" inovasi yang dipunya, siapa tau aja pas lulus udah bisa bikin usaha sendiri dari kreatifitas yang udah diasah mulai dari sekolah itu.

Dengan adanya pelajaran kreatifitas yg diimplementasikan dalam sistem pendidikan kita, murid nantinya diharapkan bisa menemukan ide-ide yg berbeda dalam memecahkan masalah yang dihadapi supaya ide-ide yg progresif itu nantinya bisa membantu negara bahkan dunia menjadi lebih baik melalui penemuan dalam bidang sains, ekonomi, teknologi, olahraga, kesenian, dll.

3. PASSION

https://www.istockphoto.com

Yup, tepatnya how to create it into a constructive outlet. Di pelajaran ini, murid diingatkan lagi untuk lebih paham mengenai pentingnya sebuah Passion. Dari kecil kita sudah dituntut untuk belajar, agar pada usia remaja kita bisa menemukan Passion tersebut kemudian saat di bangku sekolah dikembangkan lagi melalui bimbingan yang benar dari para guru.

Sejatinya, Passion itu gak dicari, tapi dibentuk. Bagaimana cara membentuknya? Ya itu, pelajari dengan sungguh-sungguh dan gak berhenti sampai kapanpun. Kesimpulan dari Passion ini kamu harus membentuknya, setelah mendapatkannya kamu harus berani mencoba hal-hal baru dalam bidang yang kamu tekuni tersebut. Untuk jauh lebih dalam menyelami tentang Passion, kamu bisa kunjungi Tes Bakat Indonesia ya!

4. MELESTARIKAN KEBUDAYAAN

https://kajianbudaya.com

Di pelajaran ini, para guru harus mengajarkan ke muridnya tentang melestarikan kebudayaan. Emang ada kok pelajaran kebudayaan di kurikulum yg sekarang, tapi maksud gue disini murid gak dikasih materi aja soal budaya, tradisi, ngisi soal trus diperiksa bareng" kemudian dinilai trus selesai, itu kapan nyangkut di otaknya? Enggak, bukan gitu. Para murid juga harus diajarin gimana cara kreatif untuk melestarikan kebudayaan, supaya jati diri bangsa Indonesia ini gak hilang dimakan waktu.

Ada sih mungkin di beberapa sekolah yg punya ekskul Tari Daerah, tapi ya itu sekedar ekskul yg gak mewajibkan semuanya harus ikut. Dan harusnya juga ya ada pelajaran tetap cara bikin batik, cara bikin alat musik daerah, dll.

Ambil contoh aja, disaat ada salah satu kebudayaan kita yang 'dicuri' ama negara tetangga, langsung deh di social media rame kemudian hastag #ShameOnYou jadi trending. Sewarasnya, jangan menyalahkan negara tetangga nyuri kebudayaan kita. Mereka gak nyuri, mereka cuma "memanfaatkan" apa yang udah mulai "dibuang" ama sebagian penerus bangsa kita yang sekarang.

Contoh lagi aja, anak SD sekarang udah hafal ama lagu" dewasa bertema cinta, tapi banyak yg gak tau sama sekali ama lirik lagu Indonesia Raya, lagu" daerah atau lagu" nasional lainnya.. Giliran lagu daerah diklaim tetangga, langsung kebakaran jenggot. Emang sih, mau gimanapun juga mencuri kebudayaan negara tetangga itu hal memalukan, tapi coba deh lihat itu semua dari 2 sisi.

Kalo dah dicuri, salah siapa ? Bisa jadi kita. Tapi kenapa kita selalu marah" disaat negara tetangga memanfaatkan apa yang mulai "dibuang" secara perlahan?

5. IQ , EQ , SQ

https://sqi.co/

*Kecerdasan Intelektual (IQ): Kecerdasan manusia yg berhubungan ama mentalitas (kecerdasan untuk menganalisis, berfikir, tentukan kausalitas, visualisasi, dll). Contoh: Dari pelajaran kayak Matematika, Fisika, Biologi, kita dituntut untuk bisa menganalisis, berpikir tentang bahasa visualisasinya, dan memahami pelajaran tersebut. Kamu sering mendapat nilai 0 di berbagai mata pelajaran? Tidak bisa berfikir saat seseorang menjelaskan? Telmi? Mungkin kamu agak sedikit kurang dalam kecerdasan ini.

*Kecerdasan Emosional (EQ): Kemampuan untuk memahami kondisi perasaan seseorang (untuk diri sendiri / orang lain). Kecerdasan ini lebih tepat diungkapkan dengan "What I Feel". Contoh: Dalam hal bercanda, menyapa seseorang, cara berbicara kepada orang lain, harus menjadi pribadi yg baik dan jangan menyakiti hati siapapun. Kamu sering membuat orang lain menangis? Sakit hati? Jengkel? Dibenci? Mungkin kamu agak sedikit kurang dalam kecerdasan ini.

*Kecerdasan Spiritual (SQ): Erat kaitannya dengan keadaan jiwa, batin dan rohani seseorang. Ada yang beranggapan kalau kecerdasan ini merupakan kecerdasan tertinggi dari 2 kecerdasan di atas, karenakan saat orang udah punya kecerdasan ini, orang itu bisa memaknai kehidupan sehingga dapat hidup dengan penuh kebijaksanaan. Contoh: Sering ngajak teman" untuk ke kegiatan sosial, atau menggalang dana untuk biaya operasi orang lain yg sedang membutuhkan. Kamu tidak pernah merasa simpati & empati terhadap orang yg kesusahan? Merasa jijik dengan orang kurang mampu yg dekil di pinggir jalan? Mungkin kamu agak sedikit kurang dalam kecerdasan ini.

Yang terakhir bukan berarti gak begitu penting, bahkan yg terakhir ini salah satu point penting untuk sukses. Bukan hanya sukses di sekolah, tapi juga sukses dalam kehidupan. Dalam kehidupan sosial itu, Moral & Etika kita bisa nutupin kekurangan IQ (kepintaran). Kamu punya IQ tinggi tapi gak ada moral & etika? Wah, mau berteman ama kamu pastinya mikir" dulu. Mau temenan juga pasti cuma mau manfaatin, jadi bahan contekan hahaha.. Ya gitu lah, IQ setinggi apapun gak akan bisa nolong etika yg buruk.

Attitude itu dasar utama kunci sukses, jangan dianggap remeh, jangan bangga dulu dengan IQ yg tinggi. Attitude seseorang itu bakal dirasakan ama orang" sekitarnya, yg bakal ngasih reaksi yg sama terhadap attitude kita. Bahasa saiknya itu, "You treat me good, I'll treat you better". Bahkan pernah ada survey di luar negeri nih, 9 dari 10 pemimpin perusahaan di negara itu lebih butuh karyawan yg punya attitude baik daripada yg pinter. Buat apa pinter tapi di kantor malas, sering bohong, gak disiplin, atau suka telat datang ke kantor? Beda cerita kalo pinter, tapi attitude juga baik, itu sih paket komplit.

By the way sekarang ini, yg terjadi di masyarakat kita itu mencerminkan sistem pendidikan yg gak efektif bina karakter & moral spiritual murid. Dalam penerapannya, sistem pendidikan kita (masih) lebih berorientasi ke pengembangan kecerdasan intelektual (IQ) aja dan kecerdasan emosional (EQ) serta kecerdasan spiritual (SQ) itu di nomor sekiankan. Ya liat aja masih sekolah udah pada suka tawuran, atau sialnya malah jadi teroris. Kalo udah kayak gitu, gunanya IQ yg udah ditempa selama sekolah jadi apa?

IQ, EQ, SQ itu sebuah anugerah dari Yang Maha Kuasa yg bekerja dalam satu kesatuan sistem yg saling terkait dalam diri kita. Ketiga kecerdasan ini diperlukan dalam menentukan kesuksesan seseorang, dan semua harus imbang. IQ membantu kamu dalam menalar, berpikir abstrak, memahami sebuah gagasan, dan belajar. EQ membantu kamu menyikapi suatu emosional dalam bentuk menerima, memahami, kemudian mengolahnya. SQ, membantu kamu dalam memberi arti dalam hidup agar hidupmu dan orang sekitarmu menjadi lebih bermakna.

==========

Sorry ini mungkin agak out of topic..

Setiap tahunnya, terutama mau menjelang Ujian Nasional sekolah pasti ada aja berita tentang bunuh diri siswa karena depresi hadapi ujian sekolah. Kalau sudah begini siapa yg harus disalahkan? Si siswa yg iman kurang tebal, atau sistem pendidikan kita yg salah? Tau sendiri kan, sistem pendidikan kita ini masih berpatokan pada nilai, semua pelajaran harus punya nilai bagus. Semuanya yg terlibat terfokus pada nilai, target semu. Ada gak sih mata pelajaran yg dipelajari gitu" aja, tapi gak ada berpatokan pada nilai? Kayaknya gak ada. Kita semua jadi pengejar nilai atau hasil akhir, tanpa memperdulikan proses & kemampuan tiap orang. Semua dituntut punya nilai bagus di pelajaran yg di UN-kan supaya lulus, tanpa memikirkan seberapa banyak murid yg punya bakat kayak Picasso atau Bill Gates.

Inget banget dulu zaman SMA, pelajaran olahraga itu pelajaran paling menyenangkan. Karna saat jam itulah kita bisa dibilang kayak bermain, bisa nikmatin tiap menit & detiknya. Sayangnya, perasaan kayak gitu gak bisa didapatkan kalo udah belajar di kelas untuk pelajaran yg kita gak begitu minat. Tekanan supaya dapat nilai bagus dan gak tinggal kelas itu yg mendorong kita untuk belajar, dan disaat itulah belajar hanya untuk tuntutan bukan kesadaran.

Mungkin solusinya di jenjang SMP nih, okelah dimakani semua pelajaran, untuk gali potensi mereka di bidang apa. Nah di SMA dibuat mengerucut, misal masuk jurusan IPA ya mungkin boleh cuma ambil 2 pelajaran yg paling diminati, gak harus pelajari semua ilmu IPA termasuk matematika. Saat mau jadi dokter nanti, haruskah ada tes dinamika dalam prakteknya? Atau sebelum operasi pasien haruskah ada hitung"an kalkulus dulu? Bukan berarti Matematika & pelajaran lain gak penting, tapi alangkah baiknya porsinya jangan bikin mual. Kalo udah bikin mual, ya bisa jadi murid keluyuran ke warnet pas masih jam sekolah.

Sistem pendidikan kita emang ada yg salah, dan ini juga peran orang tua sangat besar. Pelajar SD aja udah bisa bullying, pelecehan seksual, narkoba, tawuran, pacaran, bahkan terlibat kriminal berat. Padahal, mereka itu terpelajar dan tergolong punya nilai akademis yg baik.

Dan kenapa gue nulis hal ini di bagian penutup, karena 5 pelajaran yg harusnya ada di sekolah seperti yg gue bilang, gak akan bisa terlaksana kalo sistem pendidikan kita masih berpatokan ama nilai. Ya itulah kayak yg gue bilang di awal, itu hanya angan.. Ya kali pelajaran motivasi pake nilai, apa yg di nilai? Atau kreatifitas di nilai? Disaat ada prakarya yg kurang bagus / gak sesuai ama yg diharapkan dan dikasih nilai buruk ama guru, yaudah si murid itu down dan gak akan lagi bikin sebuah karya.

Sekali lagi, 5 pelajaran di atas mungkin hanya sebatas angan. Gak ada maksud nganggep pelajaran yg ada sekarang itu gak penting, semua itu penting apalagi bisa kuasai semua itu keren banget! Tapi, yg salah itu karena pelajaran" itu semua selalu diberi standar berupa nilai. Kalau ada yg salah, tolong dibenarkan & jangan dibuat malu di depan temen" sekelas, karena itu gak akan membuat orang tersebut jadi lebih pintar.

Yah semoga kedepannya sistem pendidikan kita bisa menjadi lebih baik lagi, gak ada siswa depresi karna dituntut punya nilai bagus. Beda cerita kalau emang si siswa ini yg punya hobi belajar, semua pelajaran sah" aja dimakan yg penting sanggup. Intinya ya gak semua orang bisa jago Matematika tapi jago di bidang lain, gak semua orang jago Geografi, gak semua orang jago Sains.

Chal isseo, Khawp khun khap!


"Everybody is a genius.
But if you judge a fish by it's ability to climb a tree,
it will live it's whole life believing that it is stupid"
-Albert Einstein-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Movie Review] Ant-Man And The Wasp

32 Pasukan Khusus Zaman Dulu Yang Disegani Musuh

[Movie Review] Aquaman